Jakarta, MetalNews Digital — Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve atau The Fed, mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,75%–4,00% dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Oktober 2026. Keputusan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena arah kebijakan moneter AS turut memengaruhi pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah, dan harga emas dunia.
Mengutip pernyataan resmi Federal Reserve, keputusan mempertahankan suku bunga tersebut diambil dengan hasil pemungutan suara 10–2. Dua pejabat, Lisa Cook dan Beth Hammack, berbeda pendapat karena memilih kenaikan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase.
Keputusan The Fed menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar dalam menentukan arah harga emas. Meski emas kerap dicari sebagai aset lindung nilai, pergerakannya juga dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga, kekuatan dolar AS, imbal hasil obligasi, serta perkembangan inflasi.
Suku bunga yang relatif tinggi dapat meningkatkan biaya peluang memegang emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Sebaliknya, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dapat memberikan dukungan bagi emas, terutama apabila turut menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi.
Harga emas global bergerak beragam
Setelah pengumuman The Fed, pergerakan harga emas global menunjukkan respons yang tidak seragam. Berdasarkan laporan Reuters pada 28 Oktober 2026, harga emas spot tercatat naik 0,27% ke US$ 4.070.,28 per Troy ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup US$ 4.051,60 per Troy ounce.
Perbedaan pergerakan tersebut menunjukkan bahwa respons pasar tidak hanya ditentukan oleh keputusan suku bunga. Pelaku pasar juga mempertimbangkan prospek inflasi, pergerakan harga energi, serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS selanjutnya.
Kenaikan harga energi, misalnya, dapat meningkatkan kekhawatiran inflasi. Apabila tekanan inflasi membuat suku bunga bertahan tinggi lebih lama, kondisi tersebut berpotensi membatasi penguatan emas. Karena itu, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS berikutnya untuk memperkirakan arah kebijakan The Fed.
Harga emas JFXGOLD X turun Rp14.000 per gram
Di pasar domestik, harga emas fisik di platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X turut mengalami pelemahan pada Kamis, 29 Oktober 2026. Berdasarkan data JFXGOLD X yang diterima redaksi, harga emas tercatat turun Rp14.000 per gram menjadi Rp2.398.257 per gram, setara dengan US$4.047,28 per troy ounce.
Pergerakan harga emas fisik di dalam negeri tidak hanya berkaitan dengan perubahan harga emas global. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta mekanisme pembentukan harga di pasar juga dapat memengaruhi harga emas dalam denominasi rupiah.
Dengan demikian, keputusan The Fed menjadi salah satu faktor eksternal yang perlu dicermati, tetapi tidak dapat dijadikan satu-satunya penjelasan atas perubahan harga emas JFXGOLD X. Pergerakan harga global, nilai tukar, dan kondisi pasar domestik tetap perlu diperhatikan secara bersamaan.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati perkembangan inflasi, data ketenagakerjaan AS, serta sinyal kebijakan moneter The Fed untuk membaca potensi pergerakan emas selanjutnya.
Transaksi emas fisik melalui platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diakses pada aplikasi METALGO+, NUNOMICS, serta fitur Pospay Gold pada aplikasi Pospay.
Disclaimer :
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.
Leave a reply